SEKILAS INFO
: - Minggu, 28-02-2021
  • 7 bulan yang lalu / SMAN 2 Cikarang Utara bersiap menghadapi Akreditasi Sekolah Tahun 2021 — Di bawah Komando Bpk. Drs. Mohammad Ilham Hasan, MM — Semoga memperoleh Hasil Terbaik
MENGUNTAI  MAKNA ‘PAHLAWAN SEPANJANG HAYAT’  DI 10 NOVEMBER 2020

MENGUNTAI MAKNA ‘PAHLAWAN SEPANJANG HAYAT’
DI 10 NOVEMBER 2020

Reportase: Humas SMAN 2 Cikarang Utara

Berderap langkah penuh semangat, menyusun barisan di lapangan sekolah. Tidak ramai karena peserta yang memang terbatas. Pandemi Covid-19 yang masih bercokol menjadi alasan untuk tidak memobilisasi massa terlalu banyak di lapangan yang biasanya bisa menampung lebih dari 1500 orang. Tiga pasukan berjejer rapi di depan podium utama. Pasukan Tamu yang terdiri dari tamu undangan dari pihak Komite Sekolah dan orang tua siswa dikomandoi oleh Fikriana Saliha. Di tengah, berbaris pasukan siswa yang terdiri atas Pengurus OSIS sebanyak sepuluh orang dikomandoi oleh Slamet Budiarto. Lalu, pasukan guru dan tenaga kependidikan yang berbaris rapi yaitu Lia Mutiara, Edah Jubaedah, Entan Sukartinah, Lilis Rosilawati, Dwi Priyono, Saptu, Hamidah, Lita Febriani, Patriah, Tormauli Situmorang, Nining Rohmah, Fadlik Armansyah, dan Wildan Maliq. Pasukan guru dikomandoi oleh Rosalina Indriani.
Upacara Hari Pahlawan yangjatuh padi hari Selasa ini, terasa begitu spesial. Hal ini tampak dari petugas upacara yang akan bertugas dalam upacara. Guru-guru yang akan berperan sebagai petugas upacara. Pemimpin Upacara dilakukan dengan sangat tegas oleh Sidi Wijayadi, seorang guru Matematika. Ada catatan tersendiri tentang pemimpin upacara ini. Beliau begitu bersemangat mengemban tugas ini. Tentu menjadi motivasi bagi kita untuk selalu menjaga semangat dalam melakukan tugas-tugas. Pewara dilakukan dengan komunikasi formal yang bagus oleh Raiza Zenitya, guru Bahasa Indonesia. Nur Widhihastuti, guru Biologi bertugas sebagai Pengatur Upacara, begitu sigap melaksanakan tugasnya. Pancasila dibawa dengan tegap oleh Dwi Andhika Maulana (guru Olah Raga Kesehatan). Dedi Suharna, guru Sosiologi mampu menghipnotis peserta upacara dengan pembacaan Pembukaan UUD 1945 dengan lantang, tegas, dan intonasi yang tepat. Tiga orang pengibar bendera dilakukan dengan langkah seirama dan melakukan tugas pengibaran dengan baik yaitu Arfan Falfariq (guru Bhasa Sunda), Sekar Arum (guru Sejarah), dan Heryanto (guru Olah Raga Kesehatan). Pembaca doa dilakukan dengan pembacaan yang fasih dan khidmat oleh Haji Mohammad Jaya (guru Pendidikan Agama Islam). Tim paduan suara ditampilkan oleh siswa finalis Pemilihan Putra Putri Sekolah 2020 berkolaborasi dengan ekskul SEMULA, arahan Munabbi Riasah (guru Pendidikan Seni) dan Ade Irawan (guru Bahasa Indonesia.
Peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan bisa menyaksikan tayangan upacara bendera ini secara live streaming melalui kanal Youtube https://youtu.be/1_NubZqS3Ls. Upacara virtual dalam rangka Hari Pahlawan ini menjadi kegiatan yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik dengan menggunakan seragam sekolah putih abu-abu. Begitu pun dengan guru dan tenaga ketatausahaan. Bagi guru dan TU berstatus PNS mengenakan seragam KORPRI lengkap, sedangkan yang non-PNS mengenakan kemeja putih dan bawahan berwarna gelap.
Daftar hadir sebagai keikutsertaan mengikuti upacara untuk guru disediakan di https://zfrmz.com/c2vZHzyVEQ9No5h2ZyZ8. Sedangkan tautan atau link daftar hadir siswa dan resume sambutan pembina upacara Hari Pahlawan bisa diakses di https://forms.gle/9ZP8jyueXYgEecp58. Terkait tugas siswa, para wali kelas diharapkan membantu memantau keaktifan peserta didik dalam mengikuti jalannya upacara dan mengecek tugas siswa berupa membuat resume.
Upacara yang berlangsung dari pukul 08.00 WIB ini berjalan dengan khidmat dan tertib. Sambutan pembina upacara yang disampaikan oleh Kepala Sekolah disimak oleh seluruh peserta upacara.
“Tema upacara Hari Pahlawan 2020 ini adalah Pahlawan Sepanjang Masa. Pada saat ini, kita pun bisa disebut pahlawan. Bapak dan Ibu Guru dikenal sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang akan dikenang sepanjang masa. Kita semua sedang berjuang agar terbebas dari pandemi Covid-19. Kita turut berjuang untuk mengisi kemerdekaan. Jadilah pahlawan untuk diri kita sendiri, keluarga kita, dan lingkungan kita agar negara kita terbebas dari wabah”, demikian ungkap Drs. Mohammad Ilham Hasan, M.M.
Selanjutnya persembahan bagi pahlawan dengan penampilan teaterikal oleh Ade Irawan dan Dedi Suharna. Kedua penampil membacakan puisi ‘Gugur’ karya W.S. Rendra. Tampilan ini dirangkaikan dengan lagu Gugur Bunga oleh Ervina kelas X IPA-1. Kesyahduan melingkupi kalbu tatkala untaian lagu tersimak di segenap jiwa peserta upacara. Terbayang pengorbanan mulia yang sudah dipersembahkan oleh para pahlawan bangsa demi bermartabatnya negara Indonesia.
Pamungkas upacara ditutup dengan pembacaan doa. Dengan harapan agar Allah SWT menerima persembahan darma bakti para pahlawan, melipatgandakan pahala mereka yang telah gugur membela bangsa. Semoga Allah menghiasi kami dengan perbuatan terpuji, nilai-nilai kepahlawan, dan membimbing kami agar senantiasa berada di jalan yang lurus.
Demikian pelaksanaan upacara di SMAN 2 Cikarang Utara pada 10 November 2020 ini. Sederet harap diuntai agar kita bisa menjadi pahlawan sepanjang hayat. Seperti itulah sejatinya makna hidup.

(Cikarang Utara, 10 November 2020)

TINGGALKAN KOMENTAR