SEKILAS INFO
: - Minggu, 28-02-2021
  • 7 bulan yang lalu / SMAN 2 Cikarang Utara bersiap menghadapi Akreditasi Sekolah Tahun 2021 — Di bawah Komando Bpk. Drs. Mohammad Ilham Hasan, MM — Semoga memperoleh Hasil Terbaik
SUMPAH PEMUDA MENGGEMA DI WORKSHOP SMANDA CITRA

SUMPAH PEMUDA MENGGEMA DI WORKSHOP SMANDA CITRA

Reportase: Humas SMANDA CITRA

Hari Selasa tanggal 28 Oktober 2020  workshop bertajuk ‘Optimalisasi Pengelolaan Kelas melalui Penguatan  Character Building  bagi Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan  SMAN 2 Cikarang Utara Kabupaten Bekasi’ berlanjut.  Kali ini yang mengikuti workshop seluruh tenaga pendidik di lingkungan SMAN 2 CikarangUtara.

Pukul 08.00 WIB, kegiatan dikondisikan oleh pemandu acara. Bapak Sukanta, S.Pd., M.Si. memantik semangat peserta dengan salam semangat: SMANDA  CITRA, sukkkk… sesssss! Dibarengi dengan kepal tangan berputar-putar dan diangkat ke  atas dengan posisi terbuka lebar.  Kobaran  semangat pun berlanjut dengan yel-yel: SMANDA CITRA, YES! SMANDA CITRA, HEBAT! SMANDA CITRA, LUAR BIASA! Pewara mampu menggiring peserta untuk bersiap mengikuti kegiatan hari kedua ini.  69 guru dengan wajah berbinar duduk rapi mengikuti pembukaan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah. Dalam sambutan singkatnya, Bapak Drs. Mohammad Ilham Hasan, M.M.  berharap agar seluruh peserta bisa mengikuti kegiatan ini hingga selesai dan dapat  menyerap materi yang disampaikan oleh narasumber yang datang langsung dari Bandung.

“Bukalah hati dan pikiran kita untuk menerima materi yang akan disampaikan oleh narasumber. Walaupun barangkali materi yang diberikan sudah pernah kita dengar, tetapi kita perlu juga mendapatkan penyegaran. Semoga kegiatan workshop hari kedua ini membawa manfaat bagi seluruh guru untuk meningkatkan kompetensi dan bisa membangun kerjasama tim yang solid demi untuk kemajuan sekolah ini,” harap Kepala Sekolah sambil menutup pengarahannya.

Tampil sebagai narasumber dalam workshop ini adalah Bapak Idris Apandi, M.Pd. Sebagai seorang Widyaiswara di LPMP Provinsi Jawa Barat, kepiawaiannya tak diragukan lagi. Dengan bahasa yang komunikatif, diselingi dengan dialek bahasa Sunda yang kental menjadikan kegiatan ini penuh gelak tawa. Mengingat guru-guru yang berasal dari beragam latar belakang daerah, tentu saja ungkapan Pak Idris dalam bahasa Sunda menjadi ciri khas beliau yang menghidupkan suasana.  Pak Idris mampu menggiring peserta tetap fokus menyimak materi yang disampaikan, tidak membosankan, dan mahir memunculkan ungkapan yang memantik senyum tawa peserta. Dalam penyampaian materi pun, beliau selalu mengaitkannya dengan kejadian faktual yang juga dialami oleh para guru yang juga sebagai  orang tua.

‘Pembelajaran di Masa New Normal Pandemi Covid-19’ merupakan judul salindia (PPT) yang ditampilkan Pak Idris. Dampak pandemi Covid -19 luar biasa. Mulai dari ratusan sekolah yang ditutup, 68 juta siswa melakukan kegiatan belajar dari rumah, dan sekitar empat juta guru melakukan kegiatan mengajar jarak jauh.

“Corona boleh menghajar, tapi ilmu tetap harus dikejar, dan semangat belajar tidak boleh ambyar”, seperti itulah letupan energi narasumber milenial ini.  “Pandemi boleh terjadi, tapi tidak mengurangi semangat untuk mengabdi. Capai prestasi, raih rida Ilahi”, lanjutnya kemudian sebagai kalimat bermutiara hikmah.

KBM di masa pandemi memerlukan adanya kesiapan guru dalam melaksanakan pembelajaran, perlu adanya perubahan paradigma, kreativitas, dan inovasi dalam melaksanakan kbm, meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi dalam mendukung pembelajaran, da mencari solusi yang  efektif dan efisien dalam mengatasi tantangan pembelajaran di masa pandemi.

Lebih lanjut, narasumber menyampaikan pilihan kurikulum selama PJJ. Tetap menggunakan kurikulum nasional (K-13), menggunakan kurikulum dalam kondisi khusus, dan mengembangkan kurikulum sendiri yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi merupakan  pilihan kurikulum selama PJJ.  Penerapan kurikulum selama masa pandemi ini disesuaikan dengan situasi, kondisi, dan daya dukung sumber daya di sekolah.  

Dalam melaksanakan PJJ, perlu adanya dukungan profesional (guru yang kompeten, orang tua peduli/kooperatif), dukungan emosioanl (sabar, syukur, tawakal, berpikir dan bertindak solutif), dan dukungan teknis (sarana dan prasarana seperti gawai, laptop, internet). Peran guru dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19 ini di antaranya guru harus mereview kurikulum; memfokuskan pada literasi dan numerasi;  menyiapkan RPP yang berbeda, termasuk  menentukan metode dan interaksi yang dipakai dalam penyampaian pembelajaran melalui daring, luring, atau kombinasi keduanya, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Terdapat tiga pilihan pelaksanaan kurikulum darurat  (dalam kondisi khusus) yaitu 1) mengacu kepada kurikulum nasional; 2) menggunakan kurikulum darurat; dan 3) menyederhanakan kurikulum secara mandiri. Lalu, diterapkanlah Belajar Dari Rumah/BDR. Prinsip BDR ini a) keselamatan dan kesehatan; b) kegiatan BDR dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik; dan c) BDR dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup.

Belum tuntas materi yang disampaikan oleh narasumber, workshop dijeda dengan menyambut kehadiran  Kepala Cabang Dinas (KCD) Wilayah III Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang hadir sekira pukul 10.00 WIB.

Bapak Dr. Casmadi, M.M.Pd. disambut dengan tampilan Retorika Sumpah Pemuda. Seperti yang kita mahfumi bahwa hari ini merupakan peringatan Sumpah Pemuda. Untuk itu, guru-guru SMAN 2 Cikarang Utara berkreasi dalam pentas seni musik, puisi, dan lagu. Di bawah arahan Dedi Suharna, lima guru tampil yaitu Fikriana Saliha, Raiza Zenitya, Athifa, Heryanto, dan Lili  Priyani. Diiringi alunan musik oleh Tim Musik SMANDA CITRA, arahan Munabbi Riasah, performansi para guru membahana.

Untuk menggiring audiens, prolog dibacakan,  lalu mengalun lagu Sumpah Pemuda dengan syahdu. Teks Sumpah Pemuda menggema di seluruh ruangan.  Memantulkan semangat satu tanah air, satu bangsa, dan menjunjung bahasa persatuan : Indonesia. Penampilan ini juga diperkuat dengan BISINDO (Bahasa Insyarat Indonesia) yang diperagakan oleh Dedi Suharna. Kolaborasi yang apik antara musik, lagu, puisi, dan bentuk komunikasi lain melalui bahasa isyarat menjadikan performansi guru-guru semakin menarik.

Sebagai wujud cinta tanah air, perlu juga kiranya kita merawat rasa nasionalisme. Terlebih pada momentum Sumpah Pemuda ini. Menebar rasa persatuan dan kesatuan, bangga berbangsa, dan mencintai Bahasa Indonesia adalah sikap dan karakter yang perlu  kita kembangkan. Apalagi saat ini, bangsa kita bahkan dunia sedang dilanda bencana pandemi Covid-19. Sepatutnya kita saling berempati dan menumbuhkan kesadaran untuk bangkit bersama memutus mata rantai penyebaran corona ini. Semoga upaya ini menjadi inspirasi bagi peserta didik yang sudah beberapa bulan ini melakukan kegiatan belajar dari rumah.

Setelah mendapat apresiasi  positif dari peserta workshop dan tamu undangan, acara dilanjutkan dengan mendengarkan hiburan dari Kepala KCD Wilayah III. Bapak Casmadi didapuk oleh Kepala Sekolah untuk tampil bernyanyi. Walhasil, suara emas beliau diperdengarkan. Lagu berirama dangdut pun  menyeruak. Tak cukup satu lagu, Pak Casmadi menambahkannya dengan lagu kedua. Kali ini beliau berduet dengan Raiza Zenitya. Paduan dua orang yang sama-sama mahir melagukan irama dangdut. Peserta pun tertarik untuk bergoyang. Seisi aula berjoged  riang. Sungguh, ini pemandangan yang tak biasa.

Baru pertama kali peristiwa seperti ini terjadi di SMAN 2 Cikarang Utara. Biasanya dalam beberapa kali kedatangan beliau ke sekolah kami, hanya sebatas hadir dan membuka kegiatan. Tetapi rupanya, kali ini penuh kejutan. Keakraban terjalin, komunikasi mengalir penuh kehangatan. Hingga saat menikmati makan siang, Pak Casmadi penuh keramahan terlibat perbincangan seru bersama kepala sekolah, para guru, dan tenaga ketatausahaan. Bahkan beliau masih rela meluangkan waktu untuk sesi foto bersama. Kepala Sekolah, Kasubbag, para wakasek, dan para guru mendokumentasikan pertemuan mesra ini dalam bingkai lensa. Perjumpaan yang luar biasa dan patut disyukuri.

Turut hadir dalam kesempatan ini, dua orang Pengawas di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Bapak Imas Suryana, M.Pd. dan Bapak H. Sujadi, M.Pd. memenuhi undangan kepala sekolah. Dengan kehadiran para pengawas ini, menambah semangat bagi para guru untuk terus mengasah diri dan menambah wawasan, salah satunya melalui kegiatan workshop seperti ini.

Setelah dijeda jam istirahat, makan siang, dan sholat Zuhur, workshop berlanjut. Masih bersama Pak Idris. Materi salindia berjudul  ‘PPK, Literasi, dan Penilaian Diagnostik PJJ’ ditayangkan melalui infokus.

Tujuan literasi di masa pandemi adalah untuk menambah wawasan, membangn  kecakapan hidup, dan penguatan pendidikan karakter utamanya rasa ingin tahu dan gemar membaca.  Untuk itu, guru diharapkan memberikan tugas yang variatif dalam PJJ. Terkait tugas literasi, guru tidak perlu memberikan satu tugas yang sama kepada setiap siswa, tetapi guru dapat memberikan alternatif tugas atau produk yang bisa dikumpulkan oleh siswa.  Ini bertujuan agar siswa tetap merasa senang mengerjakan tugasnya. Guru harus memperhatikan keberagaman, tingkat kecerdasan, bakat peserta didik.

Sedangkan asesmen diagnostik adalah asesmen yang dilakukan secara spesifik untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, kelemahan peserta didik. Hal ini bertujuan agar pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik. Manfaat dari asesmen diagnostik ini adalah 1) untuk merencanakan pembelajaran yang efisien; 2) memperoleh informasi yang lengkap tentang siswa (kelebihan dan kesulitan belajar); dan 3) merancang dasar/data awal untuk asesmen belajar lebih lanjut. Karena setiap siswa memiliki kecerdasan yang beragam maka guru harus memetakan kemampuan siswa. Tahapan dalam asesmen diagnostik mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, dan diagnostik  tindak lanjut. Hasil dari penilaian diagnostik pada aspek nonkognitif bisa menggambarkan suasana batin siswa selama PJJ. Penjelasan beliau ditutup dengan menampilkan contoh RPP New Normal yang berisikan mainmapping atau peta konsep Rencana Pokok Pembelajaran.

Masih dengan logat Sunda disertai contoh-contoh kasus kekinian,  yang mewarnai paparannya, Pak Idris mampu menghidupkan suasana. Kantuk pun hilang, berganti dengan gelak tawa. Senyum dan derai ceria melebur di seisi aula.

Kepada para peserta aktif  bertanya, menjawab, dan terlibat secara penuh dalam workshop, panitia mengapresiasinya. Bapak Slamet Budiarto, M.Pd., Ibu Dian Kusumawardhani, S.Pd.,  Ibu Nur Widhihastuti, S.Si., dan Bapak Heryanto, S,Pd. mendapat suvenir cantik.

Sore pun tiba, saatnya kita menutup rangkaian acara workshop. Atas nama Kepala Sekolah dan seluruh panitia, pewara: Bapak Sukanta, S.Pd., M.Si. menyampaikan permohonan maaf bila terdapat hal yang kurang berkenan selama kegiatan. Disertai harapan agar seluruh peserta dapat mengambil hikmah dan manfaat dari materi yang sudah dipaparkan oleh narasumber. Semoga kita semua bisa menjadi teamwork yang padu, kolaboratif, dan bersinergi  untuk membangun SMANDA CITRA lebih baik lagi dari hari ke hari.

Kita untaikan harapan kepada Allah, Tuhan Yang Kuasa agar SMAN 2 Cikarang Utara mampu menunjukkan prestasinya di segala bidang,  di bawah pimpinan Bapak Drs. Mohammad Ilham Hasan, M.M. Semoga!

(Cikarang Utara, 30 Oktober 2020)

TINGGALKAN KOMENTAR