Selamat menempuh Penilaian Akhir Semester 1, semoga para siswa memperoleh hasil yang memuaskan


SMAN 2 CIKARANG UTARA

NPSN : 20253190

Jl Raya Lemahabang Desa Simpangan Kec. Cikarang Utara Kab. Bekasi 17550


info@sman2cikut.sch.id

TLP : 021-89106357


          

Jajak Pendapat

Setelah lulus SMA saya akan
Kuliah
Kerja
Kuliah dan kerja
Menikah
Belum tahu
  Lihat

Statistik


Total Hits : 59793
Pengunjung : 15955
Hari ini : 27
Hits hari ini : 81
Member Online : 9
IP : 54.82.79.109
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Jurnal Penelitian PTK Biologi - H. Agus Sudrajat, M.Pd




METODE KUIS 3 LAWAN 3 DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA MATERI GENETIKA DI KELAS XII IPA 2

SMA NEGERI 2 CIKARANG UTARA

TAHUN 2015

 

 

QUIZ METHOD 3 VERSUS 3 IN INCREASING BIOLOGY LEARNING ACHIEVEMENT OFTHE GENETICS MATERIAL FOR CLASS XII SCIENCE 2 SMAN 2 CIKARANG UTARA YEAR 2015

 

Penyusun : Agus Sudrajat

SMA Negeri 2 Cikarang Utara

Agussudrajat1967@gmail.com

 

 ABSTRAK

 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap ada tidaknya peningkatan hasil belajar biologi pada materi genetika di kelas XII IPA 2 SMANegeri 2 Cikarang Utara dengan menggunakan metode kuis 3 lawan 3.Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan metode eksperimen.Instrumen yang penulis gunakan adalah jenis tes dan jenis observasi.Peningkatan hasil belajar yang ingin diketahui oleh penulis adalah hasil belajar pada ranah pengetahuan dan ranah sikap.Untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar pada ranah pengetahuan, penulis melihat persentase kelulusan hasil postes dari tiap siklus.Sedangkan untuk mengetahui hasil belajar pada ranah sikap penulis melihat persentase hasil observasi dengan daftar ceklist.Hasil penelitian membuktikan adanya peningkatan hasil belajar dengan menggunakan metode kuis 3 lawan 3.Hal ini terlihat dari peningkatan persentase kelulusan hasil postes dan hasil pengamatan dengan daftar ceklist.Persentase kelulusan hasil postes pada siklus I adalah sebesar 32,35% dan hasil daftar ceklist 65,91%. Pada siklus II kelulusan hasil postes 76,47% dan hasil daftar ceklist 75,00% sedangkan pada siklus III kelulusan hasil postes sebesar 88,24% dan hasil daftar ceklist 81,82%.Dari data hasil penelitian yang penulis paparkan ini penulis dapat simpulkan bahwa penelitian ini telah berhasil.

Kata Kunci :Kuis, metode kuis 3 lawan 3, hasil belajar.

 

 

 

ABSTRACT

 

The aim of this study was to reveal whether there was or not the increasing of Biology learning achievement of genetics material forclass XII science 2 SMAN 2 Cikarang Utara using quiz method 3 versus 3. The research methodology was experiment. The instrumens used by the writer was test and observation. The increasing of learning achievement that want to reveal was the learning achievement in knowledge and attitude domain. To reveal the progress on knowledge domain, the writer had a look the passing percentage of the scores of posttest in every cycle. Whereas, to know the learning achievement in attitude domain, the writer had a look result of observation using checklist table instrument. Result of the research uncovered that there was a progress on achievement using quiz method 3 versus 3. This research shows apparent progress on passing percentage of post test and the result of observation using ceklist table instrument. The data shows that passing percentage achievement of post test on cycle I is 32,35% and the result in ceklist table 65,91%. In the cycle II, the passing percentage echievement of post test is 76,47% and the result in ceklist table 75,00%. Moreover on cycle III the passing percentage achievement of post test is 88,24% and the result in ceklist table 81,82%. Based on these data, the writer regarded that the research is successful.

Key words: quiz, quiz method 3 versus 3, learning achievement

 

BAB I. PENDAHULUAN

  • Latar Belakang Masalah

 

 

Materi Genetika merupakan salah satu materi pelajaran biologi yang dirasakan sangat sulit untuk disampaikan oleh penulis sebagai guru.Selain objek yang dibahas dalam genetika bersifat mikroskopis, genetika juga memiliki cakupan materi yang sangat luas dengan berbagai istilah dalam bahasa latin.Sehingga peserta didik yang mempelajarinya, hanya dapat membayangkan materi tersebut secara abstrak, tidak bisa melihat secara langsung.

Meskipun demikian Materi Genetika, merupakan salah satu materi biologi yang bersifat aplikatif. Peranannya dalam kehidupan manusia sangat dibutuhkan.Terutama berkaitan dengan masalah pewarisan sifat menurun (heriditas).Sehingga mau tidak mau peserta didik harus menguasaiMateri Genetika ini.

Dengan karakteristik materi genetika yang seperti ini, tentunya akan berpengaruh terhadap hasil belajar yang diperoleh peserta didik, baik dalam ranah pengetahuan, sikap dan keterampilan.Hal ini dapat menimbulkan kesenjangan antara hasil belajar peserta didik pada materi genetika dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan.KKM mata pelajaran biologi di SMAN 2 Cikarang Utara.adalah sebesar 70.

 

  • Rumusan Masalah

 

 

Untuk memudahkan penulis dalam mengungkap keberhasilan penelitian yang penulis lakukan, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:.

  • Apakah pemberian metodeKuis 3 lawan 3 dapat meningkatkan hasil belajar biologi dalam ranah pengetahuan (kognitif) untuk pokok bahasan Materi Genetika padapeserta didik kelas XII IPA 2?

 

 

  • Apakah pemberian metodeKuis 3 lawan 3 dapat meningkatkan hasil belajar biologi dalam ranah sikap (apektif) untuk pokok bahasan Materi Genetika padapeserta didik kelas XII IPA 2?

 

 

  • Tujuan Penelitian

 

 

  • Untuk mengungkap dan menganalisis secara empiris apakah ada peningkatan hasil hasil belajar biologi dalam ranah pengetahuan dan sikap untuk materi genetika pada peserta didik kelas XII IPA 2 dengan metode pembelajaran kuis 3 lawan 3.

 

 

  • Menambah pengetahuan penulis tentang berbagai tehnik dan pengetahuan yang berkaitan dengan Penelitian Tindakan Kelas.

 

 

  • Manfaat Penelitian

 

 

Sebagai perbendaharaan/pengetahuan tambahan khususnya bagi penulis tentang metode pembelajaran, serta sebagai informasi dan alternative bagi dunia pendidikan terutama para guru, untuk dapat menggunakan metode pembelajaran kuis 3 lawan 3 ini dalam menyampaikan pokok bahasan Materi Genetika.

BAB II. KAJIAN TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA

  • Teori

 

 

  • Metode

 

 

  • Prof. Dr. H. Hamzah B. Uno, M.Pd. mendefinisikan motode pembelajaran sebagai cara yang digunakan oleh guru yang dalam menjalankan fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan pembelajaran.

 

 

  • Menurut Save M Dagun, dalam "Kamus Besar Ilmu Pengetahuan", kata metode diartikan sebagai kata kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang telah ditentukan.

 

 

 

 

  • Kuis

 

 

2.1. Arti kata Kuis

2.1.1. Menurut website: kamus.cektkp.com/kuis/, arti kata kuis adalah:

  • ujian lisan atau tertulis yang singkat;

 

 

  • acara hiburan dalam radio atau televisi yang berupa perlombaan adu cepat menjawab pertanyaan; cepat tepat; cerdas cermat; 

 

 

  • Menurut Save M. Dagun, arti kata kuis adalah:

 

 

  • Ujian tidak resmi

 

 

  • Permainan atau pertandingan dimana pengetahuan seseorang diuji dengan pertanyaan

 

 

  • Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata kuis adalah: "Pertanyaan ujian lisan atau tertulis secara singkat; acara hiburan di televise atau radio yang menyertakan pertanyaan agar dijawab dengan cepat; cepat tepat, cerdas tangkas; cerdas cermat dan lain sebagainya".

 

 

  • Kuis 3 lawan 3

 

 

Penulis mendefinisikan "Kuis 3 lawan 3", adalah perlombaan adu cepat menjawab terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada3regu/kelompok dimana tiap regu/kelompok beranggotakan 3 orang peserta didik.

  • Metode Kuis 3 lawan 3

 

 

Sebagaimana telah dikemukakan di atas tentang definisi metode dan definisi kuis 3 lawan 3, penulis merumuskan bahwa yang dimaksud dengan metode kuis 3 lawan 3 adalah suatu cara yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi pembelajaran dengan menyisipkan segmen kuis 3 lawan 3 di dalamnya. Penulis menggunakan istilah kuis 3 lawan 3 karena pada pelaksanaanya 3 kelompok peserta didik, menunjuk 3 orang anggotanya secara bergantian untuk menjadi peserta kuis yang diperlombakan. Sehingga membentuk pormasi 3 lawan 3.

  • Hasil Belajar

 

 

  • Definisi Belajar

 

 

  • Menurut Hamzah B. Uno (2007: hal 54), "Belajar pada hakekatnya merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar untuk menghasilkan suatu perubahan, menyangkut pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai".

 

 

Seperti kita ketahui sesungguhnya belajar merupakan suatu proses penyimpanan informasikedalam memori kognitif kita. Pertama mungkin kita memberikan atensi (perhatian) terhadap informasi dengan cara mengindra informasi yang kita dapat itu, selanjutnya kita mengasosiasi informasi tersebut dan terakhir kita mengkontruksi informasi-informasi kita miliki itu menjadi sebuah ingatan yang tersimpan dalam memori.

  • Menurut Jeanne Ellis Ormrod (2009:276-282)) bahwa memori mungkin memiliki tiga komponen kunci yaitu: sensor register, memori kerja (jangka pendek) sertamemori jangka panjang.Sensori register adalah komponen memori yang menyimpan informasi yang anda terima, yaitu input, lebih kurang dalam bentuk yang asli, belum dikode. Memori kerja adalah komponen memori dimana kita tetap memusatkan perhatian pada informasi untuk waktu yang singkat selagi kita berusaha memahaminya. Memori jangka panjang adalah tempat dimana para pembelajar menyimpan pengetahuan dan keyakinan umum mereka tentang dunia, hal-hal yang telah mereka pelajari di sekolah dan ingatan mereka tentang berbagai peristiwa dalam kehidupan pribadi mereka.

 

 

  • Definisi Hasil Belajar

 

 

Beberapa definisi hasil belajar oleh para ahli:

  • Menurut Sardiman (2007:51) "Hasil belajar adalah hasil langsung berupa tingkah laku siswa setelah melalui proses belajar-mengajar yang sesuai dengan materi yang dipelajarinya".

 

 

  • Menurut Hamzah B. Uno (2007: hal 213), "Hasil belajar adalah perubahan perilaku yang relatif menetap dalam diri seseorang sebagai akibat dari interaksi seseorang dengan lingkungannya". Hasil belajar memiliki beberapa ranah atau katagori dan secara umum merujuk kepada aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan.

 

 

  • Menurut Sudjana (2011: hal 22), "Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya". Sehingga hasil belajar ditafsirkan sebagai output dari proses belajar-mengajar.

 

 

  • Menurut Slameto (2010: hal 54-71), output tersebut dipengaruhi oleh faktor jasmaniah, psikologis, motivasi, minat dan cara belajar yang dikelompokan sebagai faktor intern. Sedangkan faftor keluarga, sekolah dan masyarakat dikelompokan sebagai faktor ektern.

 

 

  • Hamalik (2005:30) berpendapat" hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut misalnya dari tidak tahu menjadi tahu,dari tidak mengerti menjadi mengerti".

 

 

  • Kerangka Berpikir

 

 

Metode kuis 3 lawan 3, merupakan suatu metode dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan cara menyisipkan segmen kuispada proses pembelajaran yang

sedang berlangsung.Metode ini digunakan oleh penulis dengan tujuan untuk menumbuhkan suasana pembelajaran yang aktif,, inovatif, kreatif, efektif serta menyenangkan bagi peserta didik, sehingga dapat membangkitkan motivasi mereka untuk meningkatkan hasil belajarnya. Dalam pelaksanaanya pemberian kuis ini dapat membagi peserta didik menjadi 2 situasi yang berbeda, yaitu mereka yang menjadi peserta kuis dan mereka yang menjadi penonton. Adanya perbedaan situasi ini secara psikologis akan berpengaruh kepada peserta didik. Perasaan khawatir dan takut jika mereka tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru, membuat mereka berupaya untuk belajar lebih giat.

Dengan demikian setiap kelompok, sebelum mereka melakukan kuis mereka akan berupaya mengamati, menanya, mengumpulkan data-data, dan berusaha untuk memahami materi yang sedang mereka pelajari dengan sebaik mungkin. Sehingga ketika mereka mendapat giliran menunjukan atau mengomunikasikan hasil pemahamannya dalam bentuk slide show power point, mereka pun melakukannya dengan sebaik mungkin. Hal ini mereka lakukan sebagai upaya untuk mempersiapkan diri atas pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan oleh guru dalam kuis yang akan dihadapi.

Berdasarkan hal tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa didugaada peningkatan hasil belajar Biologi pada pokok bahasan materi Genetika di kelas XII IPA 2 yang diberi pembelajaran dengan metode kuis 3 lawan 3.

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian tindakan kelas yang penulis lakukan ini dilaksanakan pada dua popok bahsan, yaitu: Substansi Materi Genetika dan Pola Pewarisan Sifat pada Hukum Mendel yang dilakukan  dalam tiga siklus penelitian. Pokok bahasan Substansi Materi Genetika dibahas pada siklus I dan siklus II, sedangkan materi Pola Pewarisan Sifat pada Hukum Mendel dibahas pada siklus III.Pada siklus I penulis melaksanakan pembelajaran seperti biasa penulis lakukan, yaitu dengan metode ceramah.Hasil belajar yang diperoleh pada siklus I digunakan sebagai pembanding keberhasilan penelitian yang penulis lakukan pada siklus II dan siklus III dengan menggunakan metode kuis 3 lawan 3.

Selanjutnya penulis kemukakan bahwa variable terikat (variable dependen) yang menjadi tujuan penulis adalah peningkatan hasil bembelajaran. Namun sebelum penulis memaparkan lebih jauhtentang penelitian ini, penulis perlu memberikan batasan bahwa

hasil belajar yang ingin penulis ungkap adalah hasil belajar dalam ranah pengetahuan (kognitif). Mengingat adanya keterbatasan waktu dan biaya serta pengetahuan penulis terhadap tehnik penulisan Penelitian Tindakan Kelas.

  • Populasi dan Sampel

 

 

  • Populasi

 

 

Dalam penelitian ini penulis menggunakan populasi dengan tehnik purposive sampling (tehnik bertujuan). Tehnik ini penulis gunakan mengingat materi yang penulis teliti berkaitan dengan salah satu mata pelajaran yang ada pada program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Oleh karena itu peserta didik yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik yang berada di kelas XII IPA pada tahun pembelajaran 2015-2016 SMA Negeri 2 Cikarang Utara-Kabupaten Bekasi.Jumlah kelas XII IPA pada tahun tersebut adalah sebanyak 5 kelas, dengan jumlah peserta didik keseluruhan sebanyak 171 peserta didk.

  • Sampel

 

 

Sampel yang menjadi subjek penelitian adalah kelas XII IPA 2 SMA Negeri 2 Cikarang Utara-Kabupaten Bekasi, dengan jumlah peserta didik sebanyak 34 orang. Pengambilan sampel ini ditentukan dengan tehnik random sampling (tehnik acak) yang dilakukan dengan cara pengundian. Hal ini sesuai dengan pendapat Sukardi dalam bukunya Metode Penelitian Pendidikan (2004:58), menyatakan bahwa pada tehnik acak ini secara teoritis semua anggota dalam populasi mempunyai probabilitas (kesempatan) yang sama untuk dipilih menjadi sample.

  • Tempat dan Waktu

 

 

  • Tempat

 

 

Penelitian dialkukan di SMA Negeri 2 Cikarang Utara-Kabupaten Bekasi.Sekolah ini penulis pilih dengan alasan karena penulis merupakan salah seorang guru pada sekolah tersebut.Selain itu pertimbangan lainnya adalah karena adanya keterbatsan biaya, tenaga dan waktu.

  • Waktu

 

 

Penelitian ini dilaksanakan pada semester 1 tahun pembelajaran 2015-2016, dimulai dari bulan September 2015 sampai dengan bulan November 2015.Waktu yang digunakan untuk setiap siklus penelitian adalah dua kali pertemuan(dua minggu). Di kelas XII IPA, dalam satu minggu, alokasi waktu mata pelajaran biologi mendapat jatah 4 jam pelajaran. Dengan demikian satu siklus dibutuhkan waktu 8 jam pelajaran. Minggu yang pertama digunakan oleh penulis untuk melakukan persiapan dan minggu kedua digunakan untuk melaksanakan tidakan

  • Tehnik Pengumpulan Data

 

 

Untuk memperoleh data-data yang diperlukan, penulis menggunakan dua jenis instrumen, yaitu jenis tes dan jenis observasi.

  • Jenis Tes (test)

 

 

Jenis tes penulis gunakan untuk melihat peningkatan hasil belajar peserta didik dalam ranah pengetahuan (kognitif). Penulis melakukannya dengan cara memberikan soal-soal dalam bentuk isian singkat (bentuk uraian objektif). Bentuk soal isian singkat ini penulis pilih untuk mempermudah dalam pemberian skore.

Langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut:

  • Melaksanakan penilaian akhir pembelajaran (postes) pada tiap siklus. Soal yang diberikan sebanyak 10 soal.

 

 

  • Menghitung jumlah skore yang diperoleh oleh sitiap peserta didik. Jawaban benar diberi skore 10 dan yang salah diberi skore 0. Dengan demikian skore total peserta didik berkisar antara angka 0 sampai 100.

 

 

  • Mengelompokan peserta didik menjadi dua kelompok, yaitu kelompok peserta didik yang lulus KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dan kelompok yang tidak lulus KKM. KKM mata pelajaran Biologi ditetapkan sebesar 70.

 

 

  • Jenis Observasi (pengamatan)

 

 

Kegiatan pengamatan dilakukan secara, untuk mengamati perilaku atau sikap peserta didik pada saat mengikuti proses pembelajaran. Untuk mempermudah pengamatan, penulis terlebih dahulu membuat daftar ceklist yang digunakan sebagai panduan.Daftar ceklist ini berisi indikator-indikator perilaku ideal yang seharusnya dilakukan atau ada pada peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran. Indikator-indikator tersebut disesuaikan dengan sikap-sikap (apektif) yang telah ditentukan dalam RPP.

Selain indikator, pada daftar ceklist juga dilengkapi dengan pilihan skore, yaitu: 0, 1 dan 2. Skore ini dipilih berdasarkan kesesuaian perilaku atau sikap peserta didik yang nampak pada saat mengikuti proses pembelajaran.

Langkah-langkah untuk mendapatkan nilai sikap, sebagai berikut:

  • Melakukan pengamatan pada tiap siklus, dengan bantuan daftar ceklist sebagai panduannya. Selain itu penulis juga mencatat perilaku-perilaku khusus dari tiap peserta didik yang tidak tercantum dalam daftar ceklist.

 

 

  • Menentukan skore terhadap tiap-tiap indikator yang ada pada daftar ceklist sesuai dengan keadaan sikap para peserta didik.

 

 

  • Menghitung Jumlah skore total dari daftar ceklist pada tiap siklus.

 

 

  • Mengevaluasi hasil penilaian proses dari tiap-tiap siklus untuk mengetahui kemajuan belajar peserta didik pada aspek sikap.

 

 

  • Tehnik Analisis Data

 

 

Tehnik pengolahan data yang penulis lakukan yaitu dengan tehnik deskritif analitik, yaitu menjelaskan tentang mengapa dan bagaimana suatu data diperoleh, yang disampaikan dengan uraian kata-kata.Data yang penulis kumpulkan pada tiap-tiap siklus yang dilalui berasal dari dua sumber, yaitu dari hasil postes dan dari daftar ceklist pada kegiatan observasi.

Jumlah peserta didik yang lulus postes dari tiap siklus dibagi dengan jumlah seluruh peserta didik yang mengikuti postes. Hasilnya dikali dengan angka 100 untuk mendapatkan nilai dalam bentuk persen (%).Selanjutnya nilai persentasi ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan (kognitif).Hasil belajar pada ranah pengetahuan dikatakan telah memenuhi target penelitian apabila persentasikelulusan postes yang diperoleh telah mencapai 75%. Demikian pula halnya dengan data yang diperoleh dari daftar ceklist.Skore total yang diperoleh dari daftar ceklis pada tiap siklus dijumlahkan, kemudian dibagi dengan skore maksimal. Hasilnya dikalikan dengan angka 100 untuk mendapatkan nilai dalam bentuk persen (%).Nilai persentasi inipun digunakan untuk mengetahui hasil belajar pada ranah sikap.Hasil belajar pada ranah sikap dikatakan telah memenuhi target penelitian apabila persentasi yang diperoleh dari daftar ceklist telah mencapai 75%.

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Sebelum penulis menyajikan data-data hasil pengamatan, terlebih dahulu penulis ingin kemukakan bagaimana penggunaan metode kuis 3 lawan 3 dalam proses pembelajaran.

  • Pembelajaran dilakukan dalam dua tahap, yaitu:

 

 

  • Tahap penguasaan materi.

 

 

Pada tahap ini peserta didik dberikan kesempatan untuk menguasai materi yang sedang dipelajari.Pembelajaran dilaksanakan dengan mengacu pada prinsip student center dengan pendekatan saintifik.Pada tahap ini peserta didik melakukan kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/data-data, menalar dan mengomunikasikan hasil pemahamannya tentang materi yang sedang dipelajari.

  • Tahap pelaksanaan kuis 3 lawan 3.

 

 

Pelaksanaan Kuis dilakukan setelah tahap penguasaan materi selesai dilaksanakan.Kuis dilaksanakan dalam 4 babak, yaitu aku bisa 1, aku bisa 2, aku bisa 3 dan aku juara.

  • Langkah pembelajaran (scenario pembelajaran) dengan menggunakan metode kuis 3 lawan 3:

 

 

  • Kegiatan Pendahuluan

 

 

  1. Kelas dibagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu kelompok A, B dan C.
  2. Sebelum pembelajaran dimulai, dilakukan tes awal (pretes). Soal yang diberikan sebanyak 10 soal isian dengan jawaban singkat.
  3. Peserta didik yang memperoleh nilai terbesar dijadikan sebagai ketua kelompok A, B dan C.
  • Kegiatan Inti

 

  1. Pada kegiatan inti, pembelajaran dibagi menjadi dua tahap, yaitu:
  1. Tahap penguasaan materi
  2. Pada tahap ini, guru memberikan tugas kepada seluruh kelompok (A,B dan C) untuk melaksanakan 5 M dan mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka, sesuai dengan tujuan pembelajaran yang direncanakan dalam RPP.
  3. Pelaksanaan kuis
  4. Setelah seluruh kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, selanjutnya dilakukan kegiatan kuis 3 lawan 3.Langkah-langkahnya sebagai berikut:
  • Ketua kelompok ((A,B dan C) menunjuk 3 orang anggotanya sebagai peserta kuis. Tiap babak diikuti oleh peserta didik yang berbeda, sehingga seluruh peserta didik kelas XII IPA 2 pernah merasakan menjadi peserta kuis.
  • Pada babak aku bisa,tiap babak diberi pertanyaan sebanyak 10 soal isian dengan jawaban singkat .Soal yang benar diberikan skore 10 dan yang salah diberi skore 0. Kesempatan menjawab diberikan kepada kelompok yang terdahulu mengacungkan tangannya. Apabila jawabannya salah, maka kesempatan menjawab diberikan kepada kelompok berikutnyasecara berurutan menurut abjad.
  • Sedangkan pada babak aku juara, diberikan pertanyaan rebutan sebanyak 20.Jawabanyang benar diberi skore 10, dan jawaban yang salah diberi skore -5.Kesempatan menjawab hanya diberikan kepada kelompok yang pertama kali mengacungkan tangannya, tidak dilemparkan pada kelompok lain.
  • Kegiatan Penutup

 

  1. Penghitungan skore total untuk menentukan kelompok yang menjadi juara 1, 2 dan 3.
  2. Pemberian hadiah kepada juara 1, 2 dan 3.
  3. Melakukan penilaian akhir (postes).
  4. Guru dan peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran.
  5. Guru melakukan refleksi tentang jalannya proses pembelajaran dan menginformasikan rencana belajar yang akan dilakukan minggu depan.
  6. Pembelajaran diakhiri dengan do’a penutup.
  • Hasil-hasil Penelitian

 

 

Tabel 1.

Data Hasil Pretes dan Postes, Rerata dan Persentase Kelulusan

 

 

 

 

 

               

 

 

No

Nama Peserta Didik

Siklus I

Siklus II

Siklus III

 

 

Pretes

Postes

Pretes

Postes

Pretes

Postes

 

 

1

Adelia Rizky Augustine

20

60

60

80

10

80

 

 

2

Ayudiya Azlin

30

40

50

70

20

80

 

 

3

Cindy Ika Safitri

30

30

60

70

20

90

 

 

4

Devionitha Ritonga

20

70

70

90

10

70

 

 

5

Dwi Rahayu Fajariska

40

80

60

90

30

80

 

 

6

Elfira Dwi Lestari

30

80

50

70

30

70

 

 

7

Erika Nurul Pratiwi

20

30

50

90

40

80

 

 

8

Fairuz Ayasha Sukma

20

70

40

70

20

80

 

 

9

Fandi Rahman Hakim

10

70

30

50

20

60

 

 

10

Gita Fitriningsih

20

40

60

30

30

70

 

 

11

Grace Monica

50

80

70

90

20

100

 

 

12

Indah Novitasari

10

30

50

70

10

70

 

 

13

Jessica Destiana Widodo

20

40

30

70

20

70

 

 

14

Kurnia Azhari

30

40

40

70

10

90

 

 

15

Livianda Pertiwi

20

60

60

80

20

80

 

 

16

Moch Pageh Wibowo K

10

70

60

80

30

90

 

 

17

Monica Amelia

20

40

60

70

40

70

 

 

18

Muhammad Alvin Yusri

0

10

20

60

40

70

 

 

19

Nova Noviyanti Anjelika

10

40

40

70

50

80

 

 

20

Novita Triana

20

50

30

70

30

80

 

 

21

Nur Indah Sari

20

40

60

70

50

70

 

 

22

Olaf Ingmar

30

80

80

90

20

90

 

 

23

Oro Kurnia Prakoso

50

70

80

90

30

90

 

 

24

Reni Fitria Ningsih

10

40

60

50

10

70

 

 

25

Retno Wulandari

0

30

60

70

30

60

 

 

26

Riyanto Eko Saputra

20

70

30

50

40

70

 

 

27

Safira Sholihah

30

50

40

70

20

70

 

 

28

Satria Bahari

40

60

60

90

40

90

 

 

29

Siti Hawa Hikmahnur A

30

40

40

60

30

60

 

 

30

Sri Nurhayati

20

60

40

70

20

80

 

 

31

Titania Novita Safira

10

60

50

70

20

80

 

 

32

Wandes Rifaldo Turnip

20

40

40

60

40

80

 

 

33

Yaomile Fabien G.

10

20

20

50

10

50

 

 

34

Yhordana Cahya P.

40

70

70

90

20

90

 

 

 

Jumlah

760

1760

1720

2420

880

2610

 

 

 

Rerata

22.35

51.76

50.59

71.18

25.88

76.76

 

 

 

Jumlah Lulus KKM

0

11

5

26

0

30

 

 

 

Persentasi Kelulusan

0

32.35

14.71

76.47

0

88.24

 

 

 

 

 

Tabel 2.

Data Hasil Postes dan Hasil Observasi

No

Siklus

Nilai Postes

Nilai Obsevasi

Rerata

Peserta yang Lulus

% Kelulusan

1

Siklus I

51,76

11

32,35

65,91%

2

Siklus II

71,18

26

76,47

75,00%

3

Siklus III

74,41

30

88,24

81,82%

                             

 

 

Grafik.1 Persentase Kelulusan Postes dan Hasil Daftar Ceklist

  • Pembahasan

 

  1. Siklus I 
    1. Peserta didik tidak diberi kesempatan untuk mempelajari suatu materi secara mandiriDengan demikian pada siklus I peserta didik yang memiliki gaya belajar visual dan kinestetik kurang terpenuhi kebutuhannya. Keadaan ini dapat menyebabkan peserta didik visual dan kinestetik tidak dapat menyerap pembelajaran dengan sebaik-baiknya yang akhirnya tingkat kelulusan pada postes yang diberikan menjadi rendah.Gb. 1. Proses Pembelajaran Siklus I
    2. Selain itu pemberian metode ceramah membuat proses pembelajaran sangat sulit untuk menumbuhkan perilaku belajar yang kita harapkan. Umumnya peserta didik bersifat pasif dan sebagian mungkin melakukan percakapan yang tidak diperlukan dengan sesama temannya.Sehingga informasi yang disampaikan oleh guru tidak dapat terserap dengan baik.
    3. Metode pembelajaran yang digunakan pada siklus I adalah metode ceramah. Dimana guru secara dominan menguasai proses pembelajaran. Metode pembelajaran ini sangat cocok pada peserta didik dengan gaya belajar auditorial. Sesuai dengan pendapat Bobbi DePorter dan Mike Hernacki (1999:110) modalitas yang dimiliki oleh manusia adalah visual, auditorial dan kinestetik. Seseorang mempunyai gaya belajar visual apabila dia sering menggunakan matanya untuk menyerap pelajaran. Orang yang bergaya auditorial apabila dia sering menggunakan alat pendengarannya, dan orang yang bergaya kinestetik apabila dia sering bergerak atau menyentuh.
    4. Peserta didik kurang mendapatkan latihanKeadaan ini sangat memungkinkan, sebab setiap waktu kita akan terus memasukan berbagai informasi kedalam memori yang kita miliki. Hanya informasi yang sering kita indra atau kita terima secara berulang-ulang yang akan kita elaborisi dan selanjutnya akan membentruk kontruksi ingatan yang kita simpan dalam memori jangka panjang. Ketika latihan tidak dilakukan, maka ingatan-ingatan tersebut akan tergeser oleh ingatan baru dan mungkin sudah hilang dari memori jangka panjang kita (lupa).Mengingat bahwa memori yang kita punya memiliki daya tampung yang terbatas.
    5. Kedua alasan inilah yang menyebabkan mengapa peserta didik pada siklus I tidak bisa memenuhi hasil belajar pada ranah pengetahuan dan ranah sikap yang telah ditargetkan oleh penulis.
    6. Latihan yang dilakukan oleh para peserta didik sesungguhnya adalah suatu proses pengulangan terhadap pengetahuan mereka miliki dalam ingatan atau memori jangka panjang. Seperti kita ketahui bahwa ada diantara pengetahuan atau ingatan yang telah kita miliki begitu mudah untuk kita panggil atau kita ingat kembali.Sebagian ada yang sulit dan sebagian lagi ada yang sudah tidak bisa untuk dipanggil. Sesuai dengan pendapat Jeanne Ellis Ormrod, (2009:302) seperti anda pahami, beberapa informasi yang disimpan dalam memori jangka panjang bisa dipanggil (retrieved) dengan mudah dikemudian hari. Hal-hal lain lebih sulit ditemukan, dan yang lainnya lagi mungkin sama sekali tidak pernah bisa ditemukan.
  2. Nilai persentasi kelulusan pada siklus I sebasar 32,35% dan nilai hasil observasi sebesar 65,91%. Ini menunjukan bahwa hasil belajar yang terjadi pada siklus I belum mencapai target, baik pada ranah pengetahuan maupun ranah sikap.Dimana proses pembelajaran dikatakan telah berhasil apabila jumlah peserta didik yang lulus pada saat postes telah mencapai angka 75% dan hasil observasi telah mencapat skore 75%. Penulis berpendapat ada dua hal diantara hal-hal yang lain yang menyebabkan ketidak-berhasilan proses pembelajaran pada siklus I ini, yaitu:
  3. Siklus II dan III
    1. Peserta didik diberikan kesempatan untuk mempelajari materi secara mandiri.Strategi pembelajaran seperti ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara mandiri.Peserta didik termotivasi untuk mengerahkan segala kemampuannya dalam melaksanakan pembelajaran.Perilaku atau sikap belajar mereka pada saat ini mulai terlihat. Ketika mereka melakukan pengamatan, mereka akan berusaha responsip dan bersikap proaktif terhadap pembelajaran. Ketika mereka tidak memahami materi yang sedang dipelajarinya, mereka akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada guru atau sesama temannya dengan santun. Ketika mereka melakukan pengumpulan data dan mencoba membuktikan suatu teori, mereka berusaha untuk menunjukan sikap disiplin, tanggung jawab dan jujur terhadap data-data yang dikumpulkan. Selain itu secara keseluruhan kita akan menyaksikan begaimana mereka saling berkomunikasi dengan sesama temannya atau berkomunikasi dengan guru. Mereka akan menunjukan sikap tenggang rasa, menghargai pendapat orang lain dan tidak memaksakan kehendaknya pada orang lain. Dengan pengawasan dan bimbingan guru sikap-sikap tersebut akan muncul dengan sendirinya. Pemilihan informasi yang disesuaikan dengan pengetahuan awal yang dilakukan oleh mereka sesungguhnya akan mempermudah mereka untuk mengelaborasi(menggunakan apa yang telah mereka ketahui untuk memperluas informasi baru) informasi baru menjadi sebuah ingatan. Hal ini berpengaruh pada kecepatan mereka dalam mengkonstruksi pengetahuan yang sedang mereka pelajari.Sebab sebuah informasi baru dapat dikonstruksi menjadi sebuah ingatan sangat dipengaruhi oleh pengetahuan awal.Secara umum, semakin siswa mengelaborasi materi baru, yaitu semakin banyak mereka menggunakan apa yang sudah mereka ketahui untuk membantu mereka memahami dan menafsirkan materi baru, maka semakin efektif mereka menyimpan dan mengingatnya.Gb. 2. Proses Pembelajaran Siklus II dan Siklus III
    2. Pemberian tugas-tugas yang diberikan oleh guru menjadi panduan yang sangat berarti bagi peserta didik untuk melakukan pembelajaran secara optimal. Dengan panduan tersebut peserta didik akan lebih mudah untuk mengetahui apa yang harus mereka kuasai sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah dirancang oleh guru. Sehingga mereka akan mendapatkan gambaran apa saja yang harus mereka siapkan untuk memenuhi apa-apa yang ditugaskan guru, atau jawaban apa saja yang sekiranya dapat mereka kemukakan ketika menjawab pertanyaan guru dalam suatu pengukuran (tes).
    3. Selain itu, penerapan strategi yang menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik juga memberikan peluang pada peserta didik untuk mengembangkan pengetahuannya. Mereka akan mencari informasi baru secara leluasa sesuai dengan pengetahuan awal yang telah mereka miliki dalam memori jangka panjang. Dengan membaca atau kegiatan belajar lainnya, mereka akan memilih informasi apa saja yang perlu dipelajari dan apa yang tidak perlu. Hal ini tentunya tidak terlepas dari tujuan pembelajaran dan tugas-tugas yang telah dibuat oleh guru.
    4. Pada siklus II dan siklus III, guru menerapkan proses pembelajaran langsung (direct instructional)yang berpusat pada peserta didik (student center)dengan pendekatan saintifik.Dalam pembelajaran langsung peserta didik melakukan kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan hasil.Guru hanya memberikan pengarahan mengenai hal-hal penting yang harus diperhatikan oleh peserta didik. Misalnya menginformasikan secara lisan/tulisan tujuan pembelajaran yang harus dicapai, menjelaskan konsep-konsep materi yang perlu dipelajari dan membuat catatan-catatan tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik.
    5. Peserta didik mendapatkan latihan mengerjakan soal melalui pemberian kuis. Inilah mengapa para peserta didik pada sisklus II dan siklus III memperoleh nilai postes yang lebih tinggi yang dapat meningkatkan persentase kelululsan hingga sampai angka 76,47 pada siklus II dan 88,24% pada siklus III.        
    6. BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN  
      1. Pemberian kuis ketika proses pembelajaran berlangsung, akan memberikan dampak positif bagi peserta didik. Pemberian kuis sebenarnya adalah bentuk latihan bagi peserta didik untuk memangggil pengetahuan atau ingatan yang telah ada pada diri mereka.Semakin sering mereka melakukan pemanggilan terhadap pengetahuan yang telah mereka simpan, maka semakin cepat mereka memunculkan pengetahuan tersebut dengan benar secara otomatis.
  4. Hal yang penting yang dapat kita pelajari dari siklus II dan siklus III ini adalah keputusan yang diambil oleh penulis (guru) untuk merubah strategi pembelajaran. Pada siklus II dan siklus III ini, penulis menggunakan metode baru (metode kuis 3 lawan 3). Metode kuis 3 lawan 3 ternyata menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Hal ini terbukti dengan meningkatnya hasil belajar peserta didik, baik pada ranah pengetahuan maupun ranah sikap. Persentase kelulusan pada hasil potes siklus II sebesar 76,4% dan siklus III sebesar 88,24 , sedangkan nilai observasi dengan menggunakan daftar cheklist pada siklus II sebesaar 75% dan siklus III sebesar 81,82%. Target yang ditentukan oleh penulis baik pada ranah pengetahuan maupun ranah sikap telah tercapai. Menurut penulis hal ini terjadi karena:
  1. KesimpulanHasil observasi dengan menggunakan daftar cheklist pada siklus II adalah sebesar 75% dan siklus III adalah sebesar 81,82%. Sedangkan target penulis untuk menentukan adanya peningkatan hasil belajar pada ranah sikap yaitu apabila nilai yang diperoleh dari observasi dengan daftar cheklist telah mencapai mencapai 75% atau lebih. Dengan demikian penulis dapat menyimpulkan bahwa ada peningkatan hasil belajar biologi pada ranah sikap dalam pokok bahasan materi genetika dengan menggunakan metode kuis 3 lawan 3 di kelas XII IPA 2 SMA Negeri 2 Cikarang Utara.
  2. Hasil penilaian postes yang diperoleh pada sikus II terdapat 76,47% peserta didik yang telah mencapai nilai KKM dan siklus III terdapat 82,35% peserta didik yang telah mencapai KKM. Sedangkan target penulis untuk menentukan adanya peningkatan hasil belajar pada ranah pengetahuan yaitu apabila nilai kelulusan hasil postes telah mencapai 75% atau lebih. Dengan demikian penulis dapat menyimpulkan bahwa ada peningkatan hasil belajar biologi pada ranah pengetahuan dalam pokok bahasan materi genetika dengan menggunakan metode kuis 3 lawan 3 di kelas XII IPA 2 SMA Negeri 2 Cikarang Utara.
  3. Saran  
  4. Genetika merupakan salah satu materi biologi yang dirasakan cukup sulit untuk disampaikan oleh guru.Berdasarkan pengalaman yang dilakukan oleh penulis, penulis menyarankan sebaiknya para guru mencoba untuk menggunakan metode kuis 3 lawan 3 dalam menyampaikan materi genetika tersebut seperti yang penulis lakukan di SMA Negeri 2 Cikarang Utara-Kabupaten Bekasi.

 

 

PUSTAKA ACUAN

 

  1. Dagun, Save M. 2005. Kamus Besar Ilmu Pengetahuan. Jakarta: Lembaga
  2. Pengkajian Kebudayaan Nusantara (LPKN)
  3. DePorter, Bobbi dan Mike Hernacki. 2000. Quantum Learning: Membiasakan
  4. Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung:Kaifa.
  5. Hamalik, Oemar. 2005.Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara
  6. Ormrod, Jeaane ELLis. 2009.Psikologi Pendidikan: Membantu Siswa Tumbuh dan
  7. Berkembang. Jakarta: Gramedia
  8. Sudjana, Nana. 2011. Penilaian HasilProses Belajar Mengajar. Bandung:
  9. Rosdakarya Remaja.
  10. Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka
  11. Cipta.
  12. Suprijono, Agus. 2011. Cooperatif Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM.
  13. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  14. Syarif, Mohammad, PPPPTK IPA. 2015. Materi Pelatihan Guru Implementasi
  15. Kurikulum 2013 tahun 2015 Mata Pelajaran Biologi SMA/SMK.Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
  16. Tim Prima Pena. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Gitamedia Press
  17. Uno, Hamzah. 2007. Model Pembelajaran:Menciptakan Proses Belajar Mengajar
  18. yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.
  19. website: kamus.cektkp.com/kuis/, 
  20.                                                                                                     




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas